Informasi Seputar | Passing Grade | Kunci Jawaban | SBMPTN

KONTROVERSIAL PENGHAPUSAN UJIAN TULIS SNMPTN

Profil Jurusan Perguruan Tinggi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan, rencana menghapus jalur ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan berlaku tahun 2013 mendatang. Hal itu dilakukan untuk efisiensi waktu dan anggaran, serta sebagai pelecut untuk memperkokoh nilai rapor dan nilai ujian nasional

Nuh mengungkapkan, dihapusnya ujian tulis pada SNMPTN juga dianggap lebih ekonomis dan membantu meringankan beban anggaran pendidikan. Sebab, secara otomatis tak ada lagi kebutuhan anggaran untuk mencetak naskah soal dan jawaban ujian tulis SNMPTN.

Namun perlu dicermati apakah dengan alasan penghematan nilai ekonomis seperti yang diutarakan di atas dapat menjamin kualitas siswa yang akan masuk keperguruan tinggi negeri yang akan melahirkan generasi generasi cerdas untuk memajukan kehidupan bangsa Indonesia kedepan sehingga harus mengabaikan aspek aspek yang lebih penting. Kalau hanya untuk hematisasi anggaran pendidikan masih banyak alternative penghematan lain seperti pengurangan biaya studi banding & fasilitas anggota DPR RI.

Disebutkan juga nilai UAN dan rekomendasi para guru merekomendasikan para murid untuk mengikuti jalur undangan dari dari perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia menjadi factor penting dalam kebijakan ini adahal kalau kita melihat kembali kebelakang bagaimana aplikasi teknis pelaksanaan UAN tidak lah sesuai harapan, hasil dari pada nilai kelulusan dari Ujian Nasional para siswa masih belum dapat dipertanggung jawabkan keabsahan integritasnya, banyak kecolongan & kebohongan sistematis didalamnya apa lagi akan diterapkanya system baru , besar kemungkinan akan terjadi peluang baru untuk berbuat kejahatan kejahatan baru bagi para sekolah yang akan merekomendsaikan para siswa masing masing supaya dapat diterima dengan berbagai PTN.

Perlu juga kita cermati bagi anak yang secara angka kelulusan cukup tinggi tetapi dengan alasan ekonomis dan pertimbangan penting lainya lebih memilih untuk tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi sementara anak yang standard nilai kelulusan rendah tetapi motivasi serta minat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ada dan rekomendasi tidak didapatkan dari para guru dan sekolah. Bukankah ini salah satu bentuk dari diskriminasi pendidikan?.
Padahal hakekat pendidikaan itu berlaku bagi semua orang tanpaterkecuali. Pasal 31 jelas menyatakan setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan.

Kemudian apakah dengan diberlakukanya Nilai Ujian Nasional sebagai pengganti Ujian Tulis SNMPTN sudah benar benar teruji seacara kualitas sebab selama ini system ujian Tulis yang telah diterapkan untuk masuk PTN cukup kredibel dalam merekrut para mahasiswa yang ingin masuk PTN karena dalam ujian tulis PTN sangat minim untuk dilakukan kecurangan. Jadi bagia siapa yang mampu menjawab soal yang diujikan dialah yang berhak menjadi pemenang.

Nah…ini hanya sebatas opini,,,,tentunya semua individu berhak punya pendapat akan hal ini, bahkan sebelum wacana ini bergema ke ruang public para professor dan elite pendidikan yang duduk di Kementrian Pendidikan dan kebudayaan punya analisis yang tajam akan kebijakan ini, hanya saja apakah sudah sesuai diterapkan dalam kondisi pendidikan kita yang sekarang ini atau hanya ajang coba coba dimana biar ada kebijakan baru yang akan memakan biaya untuk proses legislasinya,.

Dan bagaimana dengan pendapat teman teman sekalian?...

Salam dari Profil Jurusan Perguruan Tinggi Indonesia

Terimakasih telah mempelajari:" KONTROVERSIAL PENGHAPUSAN UJIAN TULIS SNMPTN " Silahkan Pelajari Artikel kami berikutnya.....

POST TERBARU